CATATAN KULIAH LIDYA PUTRI

MAKRO EKONOMI ( inflasi )

Posted on: May 7, 2010

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang.[1] Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Barter dan Evolusi Uang
• Kesulitan dalam Barter
– Kurang memiliki angka penyebut yang sama (lack of common denominator)
– Barang tidak dapat dibagi-bagi (indivisibility of goods)
– Keharusan adanya dua keinginan yang sama (double coincidence of wants)

• Fungsi asli uang:
– Alat pertukaran (Medium of Exchange)
– Satuan nilai (Unit of Account)

• Fungsi turunan uang:
– Alat penyimpan nilai (store of value)
– Ukuran pembayaran yang tertunda (standard for deffered payment)

Fungsi Uang Modern
(Glyn Davies, A History of Money from Ancient Times to the Present Day, 2002)

• Fungsi Khusus
– Alat pertukaran (Medium of Exchange)
– Satuan nilai (Unit of Account)
– Alat penyimpan nilai (store of value)
– Ukuran pembayaran yang tertunda (standard for deffered payment)
– Alat pembayaran (means of exchange)
– Alat ukuran umum dalam menilai sesuatu (common measure of value)
• Fungsi Umum
– Aset likuid (liquid asset)
– Faktor dalam rangka pembentukan harga pasar (framework of the market allocative system)
– Faktor penyebab dalam perekonomian (a causative factor in the economy)
– Faktor pengendali kegiatan ekonomi (controller of the economy)

Uang dalam Islam
• Islam mengakui dan mendorong tegak-nya fungsi asli uang.
– Larangan menimbun (kanz) emas dan perak
• “Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkan-nya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS At-Taubah: 34)
– Penimbunan akan menghilangkan fungsi medium of exchange dan unit of account dari emas dan perak, sehingga transaksi ekonomi terhenti dan perkembangan ekonomi terhambat.
– Larangan menimbun harta (kanzul mal) hanya dikhususkan untuk emas dan perak.
– Di dalam Islam, uang adalah barang publik (public goods).
• Islam membolehkan menabung (saving)
– Menabung (idkhar) adalah menyimpan uang untuk tujuan dan keperluan tertentu sehingga tidak mempengaruhi transaksi ekonomi dan perekonomian.
– Misal: untuk investasi, membeli rumah, menikah, dsb.
• Islam melarang riba
– Riba adalah perolehan harta dengan harta lain yang sejenis dengan saling melebihkan.
– Sharf adalah perolehan harta dengan harta lain yang sejenis dengan saling menyamakan atau yang berbeda jenis-nya dengan menyamakan atau melebihkan.

Bunga dan Time-Value of Money
• Eksistensi bunga didasarkan pada konsep time-value of money yaitu bunga diambil dari uang karena:
– Adanya inflasi yang mengakibatkan turunnya purchasing power;
– Uang adalah produktif;
– Opportunity cost; uang yang dipinjam tidak bisa digunakan untuk keperluan investasi yang akan menghasilkan return.
– Konsumsi sekarang selalu lebih di inginkan dibandingkan konsumsi masa depan;
• Kritik terhadap time-value of money:
– Hanya satu kondisi yang diakomodasi yaitu inflasi, sedangkan deflasi diabaikan.
– Uang tidak akan berkembang dengan sendirinya.
– Investasi selalu dihadapkan pada resiko, bisa positive, zero, bahkan negative return.
– Konsumsi sekarang dan konsumsi masa depan sama penting-nya bagi orang-orang.

Economic-Value of Time
• Islam tidak mengenal konsep time-value of money.
– Uang tidak dapat berkembang dengan sendirinya.
– Konsep bunga terlarang dalam Islam karena:
• Al ghunmu bi la ghurmi (memperoleh return tanpa menanggung resiko sama sekali)
• Al kharaj bi la dhaman (memperoleh income tanpa bertanggung jawab terhadap biaya sama sekali)
• Islam hanya mengakui konsep economic-value of time.
– Waktu hanya memiliki nilai ekonomi jika dan hanya jika dimanfaatkan untuk menambah faktor produksi yang lain sehingga menjadi capital dan dapat memperoleh return.

Perkembangan Sistem Uang
• Uang barang (commodity-backed money)
– Uang yang memiliki nilai komoditi apabila komoditi tersebut digunakan bukan sebagai uang. Contoh: emas dan perak.
– Uang barang harus memiliki sifat:
(i) Persediaannya langka;
(ii) Daya tahan tinggi;
(iii) Bernilai tinggi.

• Uang tanda (token money)
– Uang barang sulit dipakai untuk transaksi besar.
– Dipergunakan sertifikat berharga sebagai pengganti uang barang.
• Uang kepercayaan (fiat money)
– Nilai nominal uang lebih besar dari nilai intrinsik-nya.
– Uang beredar tidak dijamin oleh simpanan emas, dengan dibatalkannya perjanjian Bretton Woods pada 1971.

Sistem Moneter Konvensional
• Fitur utama dari sistem moneter konvensional adalah:
– Fiat Money
– Fractional reserve requirement
– Interest
• Fiat money dan reserve requirement mengizinkan otoritas moneter dan sektor perbankan untuk menciptakan uang (money creation).
– D = 1/r . R dimana 1/r = money multiplier
• Interest rate akan menaikkan uang beredar dalam jangka panjang.
– Bank sentral secara kontinu menambah uang fiat untuk mempertahankan sistem.
– Perbankan secara kontinu memperluas kredit untuk mempertahankan sistem.

Uang Beredar dan Inflasi
• Di banyak perekonomian, uang beredar tumbuh jauh lebih cepat dari sektor riil.
– M.V = P.Y
• Dalam jangka pendek, dengan kecepatan peredaran uang (V) yang stabil, maka ketidakseimbangan pertumbuhan antara uang beredar (M) dan sektor riil (Y) akan direfleksikan pada perubahan tingkat harga agregat (P).
• Tekanan kenaikan harga ini akan lebih terasa ketika PDB potensial telah tercapai.
• Sistem berbasis uang fiat dan bunga akan menyebabkan penggelembungan harga aset.

Penciptaan Uang dan Siklus Bisnis
• Mekanisme penciptaan uang dalam sistem berbasis bunga dan uang fiat ini adalah akar dari fluktuasi dan ketidakstabilan struktural perekonomian.
• Fenomena ketidakstabilan struktural:
– Income velocity, demand for money, dan money multiplier cenderung semakin “kurang” stabil.
– Agregat moneter M1 relatif lebih stabil dibandingkan dengan M2
• Penyebab ketidakstabilan struktural:
– Pesatnya perkembangan sektor keuangan dan majunya inovasi produk keuangan yang menyebabkan kegiatan penciptaan uang (money creation) oleh sistem keuangan menjadi berlipat ganda.
– Terjadinya proses decoupling antara sektor moneter dan sektor riil.
• Siklus perekonomian dengan karakteristik seperti ini adalah:
– Periode penciptaan uang tanpa inflasi tinggi.
– Periode kelebihan uang beredar dengan tekanan inflasioner
– Periode merusak dari uang beredar – kemunduran ekonomi dengan krisis finansial dan perbankan;
– Periode pemindahan krisis dari sektor finansial ke sektor riil.
– Periode pemulihan kembali ke periode 1.

Dampak Penciptaan Uang Beredar
• Disparitas dalam distribusi pendapatan;
– hanya sebagian kecil penduduk yang bisa menaikkan pendapatan di atas tingkat inflasi.
• Penciptaan kemiskinan;
– dengan inflasi yang persisten, daya beli masyarakat terus menurun sehingga kemiskinan tercipta.
• Sektor pertanian, yang umumnya di sektor ini diterapkan kontrol harga, akan menjadi tidak menarik dibandingkan sektor-sektor lain.
• Kedaulatan ekonomi berpindah ke mereka yang menguasai sistem finansial.
Inflasi dalam Perspektif Islam
• Islam menekankan pentingnya stabilitas nilai uang, bukan bentuk uang itu sendiri.
– Dinar dan Dirham memenuhi kriteria uang yang stabil sehingga di akomodasi walau bukan berasal dari Islam.
– Dinar diterbitkan oleh Raja Dinarius dari Romawi dan dirham diterbitkan oleh Ratu Sasanid Persia.
• Kestabilan nilai uang adalah salah satu sasaran terpenting dari kebijakan moneter Islam.
– Imam Syafi’i (767-820 M) adalah orang pertama yang menganalisis dampak negatif dari inflasi.
– Imam Syafi’i melarang penguasa mencetak dirham tidak murni karena akan merusak nilai mata uang, merugikan terhadap hak orang lain, menyebabkan naiknya harga, sulitnya mendapat pemasukan, dan kerusakan-kerusakan lainnya. (Al-Nawawi, Al-Majmu, juz 6).

Inflasi Menurut Al-Maqrizi (1364-1441 M)
Ighatsat al-Ummah bi Kasyf al-Ghummah
Syudzur al-Uqud fii Dzikr al-Nuqud

• Inflasi merajalela karena beredarnya dinar-dirham yang tidak murni dan dijadikan-nya fulus sebagai mata uang pokok.
• Al Maqrizi membagi inflasi menjadi dua jenis berdasarkan penyebab-nya yaitu
– Inflasi Alamiah (Natural Inflation)
• Turunnya penawaran agregat
• Naiknya permintaan agregat
– Inflasi karena Kesalahan Manusia (Human-Error Inflation)
• Korupsi dan administrasi pemerintahan yang buruk (corruption and red tape)
• Pajak yang berlebihan (excessive tax)
• Mencari keuntungan dengan pencetakan uang secara berlebihan (excessive seigniorage)

Sistem Dinar Islam
• Stable money; dalam sistem yang sepenuhnya didukung emas (fully gold backed system), penciptaan uang beredar dan dampak buruknya dapat dieliminasi.
• Excellent medium of exchange; emas diterima di seluruh dunia, setiap tempat, setiap masa.
• Minimizes speculation, manipulation, and arbitrage; dengan dinar sebagai mata uang tunggal dunia, maka aktivitas transaksi mata uang akan terhapus.
• Business cycle effects minimizes; dengan pertumbuhan uang beredar yang terkendali, maka fluktuasi perekonomian dapat diminimalisir.
• Dinar diversified risk and promotes trade; ketika negara-negara menyatukan mata uang ke dalam dinar, maka resiko yang inheren dalam sistem mata uang sekarang akan tereliminasi.
• Dinar promote a Just Monetary System; penggunaan dinar akan membuat keseimbangan antara sektor moneter dan sektor riil terjaga dengan baik.
• Promoting economic stability and efficiency; penggunaan dinar di seluruh dunia akan meniadakan kebutuhan terhadap pasar derivatif di pasar keuangan sehingga akan mendorong stabilitas dan efisiensi perekonomian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: