CATATAN KULIAH LIDYA PUTRI

DASAR PEMASARAN ( pencerahan pemasaran )

Posted on: May 7, 2010

Kekuatan Persaingan

Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima ancaman yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah ancaman persaingan segmen yang ketat, ancaman pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman peningkatan kemampuan/kekuatan posisi tawar pemasok.

1). Ancaman persaingan segmen yang ketat
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif.
2). Ancaman pendatang baru
Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya.
3). Ancaman produk substitusi
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial.
4). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat.
5). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.

MENGIDENTIFIKASI PESAING
Mengidentifikasi pesaing sepertinya merupakan tugas perusahaan yang sederhana. Perusahaan lebih mungkin dikalahkan oleh pesaingnya saat ini (yang baru) muncul atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh pesaingnya saat ini.

Dalam tahun-tahun terakhir, banyak perusahaan yang gagal melongok ke internet untuk melihat para pesaing mereka yang paling hebat. Namun, “myopia pesaing” berfokus pada para pesaing saat ini dan bukan pada pesaing yang tersembunyi karena telah menyebabkan beberapa perusahaan tersaing/tersingkir.

Bisnis penerbitan lain sama-sama terancam oleh gangguan internet. Situs web yang menawarkan pekerjaan, penyewaan ral estate dan mobil secara on-line mengancam surat kabar, yang bagian terbesar pendapatannya didapatkan dari rubrik iklan pekerjaan, real estate dan mobil. Bisnis yang paling takut terhadap teknologi internet adalah makelar dunia, (lihat “Pemasaran Untuk Ekonomi Baru : Terlantar tapi tidak Mengecilkan Hati : Apa yang terjadi Bila E-Comerce menggusur Makelar”). Kita dapat mempelajari persaingan dari sudut pandang industri dan pemasaran.
Konsep Persaingan Industri
Industri adalah sekelompok perusahaan yang menawarkan produk atau kelas produk yang merupakan substitusi dekat satu sama lain. Industri dapat dikelompokkan menurut jumlah penjual; tingkat diferensiasi produk; ada atau tidaknya hambatan masuk, hambatan mobilitas, hambatan keluar, struktur biaya; tingkat integrasi vertikal; dan tingkat globalisasi.

Industri dapat dikelompokkan menurut jumlah penjual adalah sebagai berikut:
1. Jumlah Penjual dan Tingkat Diferensiasi
a. Monopoli Murni
Hanya satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa tertentu diwilayah tertentu.
b. Oligopoli Murni
Oligopoli murni terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi komoditas yang pada dasarnya sama. Oligopoli yang terdiferensiasi terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi produk yang terdiferensiasi secara parsial (mobil, kamera), menurut lini mutu, fitur, mode atau pelayanan. c. Persaingan Monopolistik
Persaingan monopolistik banyak pesaing yang mampu mendiferensiasikan tawaran mereka secara kesseluruhan atau sebagian.
d. Persaingan Murni
Persaingan murni banyak pesaing menawarkan produk dan jasa yang sama. Struktur persaingan industri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu.

2. Hambatan Masuk, Hambatan Mobilitas dan Hambatan Keluar
Hambatan masuk yang utama menyangkut persyaratan modal; skala ekonomis; persyaratan hak paten dan dan lisensi; kelangkaan lokasi, bahan baku, atau distributor; persyaratan reputasi. Bahakan setelah perusahaan masuk ke industri tertentu, ia mungkin menghadapi hambatan mobilitas sewaktu ia berusaha memasuki segmen-segmen pasar yang lebih baik.

Hambatan keluar yang sering dihadapi perusahaan, seperti tanggung jawab hukum dan moral terhadap pelanggan, kreditor dan karyawan; pembatasan pemerintah; nilai sisa aset yang rendah akibat terlalu terspesialisasi atau usang; kekurangan peluang alternatif; integritas vertikal yang tinggi dan hambatan yang emosional.

3. Struktur Biaya
Setiap industri memiliki beban biaya tertentu yang banyak membentuk tindakan strateginya.

4. Tingkat Integritas Vertikal
Perusahaan merasa lebih bermanfaat untuk melakukan integritas kehulu atau kehilir (integrasi vertikal). Produsen besar minyak bumi melakukan eksploitasi minyak bumi, pengeboran minyak bumi, penyulingan minyak bumi, produksi bahan kimia, dan pengoperasian jasa reparasi kendaraan.

5. Tingkat Globalisasi
Tingkat globalisasi perusahaan di industri global harus bersaing secara global, jika mereka mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi.

Konsep Persaingan Pasar
Selain pendekatan industri kita dapat mengidentifikasi pesaing dengan menggunakan pendekatan pasar, para pesaing adalah perusahaan-perusahaan yang memuaskan kebutuhan pelanggan yang sama.

MENGANALISIS PESAING
Setelah dia mengetahui perusahaan yang mengidentifikasi para pesaing utamanya, dia harus mengetahui dengan pasti karakteristik pesaing tersebut, khususnya strategi, tujuan, kekuatan dan kelemahan serta pola reaksi mereka.

Strategi
Sekelompok perusahaan yang menerapkan strategi yang sama atas pasar sasaran tertentu dinamakan kelompok strategis.

1. Tujuan
Salah satu asumsi awal yang berguna adalah bahwa para pesaing berusaha memaksimumkan laba mereka. Namun, akan berbeda-beda bobot yang diberikan oleh sejumlah perusahaan atas laba jangka pendek dan jangka panjang.

2. Kekuatan dan Kelemahan
Perusahaan perlu mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing pesaing. Menurut perusahaan Konsultan Arthur D. Little, perusahaan akan menduduki satu dari enam posisi persaingan di pasar sasaran, yaitu:
a. Dominan
b. Kuat
c. Unggul
d. Dapat dipertahankan
e. Lemah
f. Tidak dapat dipertahankan (Nonviable)

Secara umum, setiap perusahaan harus memantau tiga variabel ketika menganalisis para pesaingnya:
a. Pangsa Pasar (share of market) : Pangsa pesaing atas pasar sasaran.
b. Pangsa Ingatan (share of mind) : Persentase pelanggan yang menyebut nama pesaing dalam menanggapi pertanyaan, “sebutkanlah perusahaan pertama di industri ini yang ada dalam pikiran anda”.
c. Pangsa Hati (share of heart) : Persentase pelanggan yang menyebut nama pesaing dalam menanggapi pertanyaan “sebutkanlah perusahaan yang produknya lebih anda sukai untuk dibeli”.

Perusahaan yang meraih pangsa ingatan dan pangsa hati yang manatap pasti akan mendapatkan keuntungan yang berupa pangsa pasar dan profitabilitas.

3. Pola Rekasi
Perusahaan-perusahaan bereaksi secara berbeda terhadap serangan pesaing, ada yang lamban menanggapi.

MEMO – Pemasaran
Bagaimana Benchmarking Membantu Meningkatkan Kinerja Persaingan
Benchmarking (penetapan standar pemikiran) adalah seni untuk belajar dari perusahaan-perusahaan yang menjalankan tugas-tugas tertentu dengan lebih baik daripada perusahaan lain.

Benchmarking terdiri dari tujuh langkah berikut:
1). Tentukan fungsi apa yang akan dijadikan standar pasokan (Benchmarking).
2). Identisifikasi variabel kinerja kunci untuk diukur.
3). Indentifikasi perusahaan yang terbaik dikelasnya.
4). Ukur kinerja perusahaan yang terbaik dikelasnya.
5). Ukur kinerja perusahaan.
6). Sfesifikasi program dan tindakan untuk mempersempit kesenjangan itu.
7). Terapkan dan pantau hasil-hasil.

Cara perusahaan mengidentifikasi perusahaan yang memiliki praktek terbaik, titik awal yang baik adalah bertanya kepada pelanggan, pemasok dan distributor; perusahaan mana yang mereka peringkat terbaik dalam melakukan pekerjaannya.
1. Jika pesaing nyaris identik dengan mencari nafkah dengan cara yang sama, maka ekuilibrium persaingan mereka tidak stabil.
2. Jika faktor utama tinggal merupakan faktor yang mnentukan keberhasilan, maka ekuilibrium persaingan mereka tidak stabil.
3. Jika banyak faktor merupakan faktor penentu keberhasilan, maka mungkin saja tiap-tiap perusahaan (pesaing) memiliki beberapa keunggulan dan para pelanggan mempunyai ketertarikan yang berbeda-beda terhadap masing-masing faktor. Semakin banyak faktor yang memberikan keunggulan, semakin banyak pesaing yang dapat hidup berdampingan. Semua pesaing memiliki segmen persaingan sendiri-sendiri yang didefinisikan menurut kelebih sukaan atas berbagai trade of faktor yang mereka tawarkan.
4. Semakin sedikit jumlah variabel persaingan yang menentukan keberhasilan, semakin sedikit jumlah pesaing.
5. Pangsa pasar dengan rasio 2 banding 1 antara dua pesaing kelihatan merupakan titik ekuilibrium dimana tidak praktis serta tidak menguntungkan bagi masing-masing pesaing untuk meningkatkan atau menurunkan pangsa.

MERANCANG SISTEM INTELIJEN PERSAINGAN
Empat langkah utama merancang sistem intelijen persaingan yaitu:
1. Pembentukan Sistem.
2. Pengumpulan Data.
3. Evaluasi dan Analisis Data.
4. Penyebarluasan Informasi dan Pemberian Tanggapan

MEMO – Pemasaran
Menyiasati Persaingan dengan Riset Pemasaran Gerilya
Para pakar mengajukan delapan teknik yang dapat menjadikan suatu perusahaan sebagai pimpinan persaingan selama dua tahun atau lebih, adalah sebagai berikut:
1) Amatilah perusahaan kecil di industri Anda dan industri yang berkaitan.
2) Amatilah pendaftaran hak paten.
3) Lacaklah perubahan pekerjaan dan aktivitas lain pakar industri.
4) Perhatikan perjanjian lisensi.
5) Pantaulah pembentukan kontrak bisnis dan aliansi.
6) Cari tahu tentang praktik bisnis baru yang menghemat uang pesaing anda.
7) Amatilah perubahan penetapan harga.
8) Perhatikan perubahan sosial dan perubahan selera serta preferensi konsumen yang dapat mengubah lingkungan bisnis.

Memilih Pesaing
~ Analisis Pelanggan
Kita yakin para pelanggan memilih dari berbagai tawaran yang bersaing berdasarkan yang dapat memberikan paling banyak nilai pelanggan. Nilai pelanggan didapatkan dengan rumus:

Nilai Pelanggan = Manfaat Pelanggan – Biaya Pelanggan

Manfaat pelanggan mencakup manfaat produk, manfaat jasa/layanan, manfaat personalia, dan manfaat citra.
Langkah utama dalam analisis nilai pelanggan seperti itu adalah:
1) Mengidentifikasi atribut utama yang dihargai pelanggan.
2) Menilai tingkat kepentingan kuantitatif atribut-atribut yang berbeda.
3) Menilai kinerja perusahaan dan pesaing berdasarkan perbedaaan nilai pelanggan terhadap peringkat kepentingannya.
4) Mengkaji cara pelanggan dalam segmen tertentu meningkat kinerja perusahaan dibandingkan pesaing utamatertentu berdasarkan atribut per atribut.
5) Memantau nilai pelanggan dari waktu ke waktu.

~ Kelas – Kelas Pesaing:
a. Pesaing Kuat Versus Lemah
b. Pesaing Dekat Versus Jauh
c. Pesaing yang Baik Versus Buruk

MERANCANG STRATEGI BERSAING
Kita dapat memperoleh pengertian yang lebih jauh dengan mengklasifikasikan perusahaan menurut peran yang mereka mainkan di pasar sasaran; pemimpin, penantang, pengikut, atau pengisi relung. 40 % pasar dikuasai oleh pemimpin pasar (market leader), 30 % dikuasai oleh penantang pasar (market challenger), 20 % dikuasai oleh pengikut pasar (market follower) yaitu perusahaan yang mau mempertahankan pangsa pasarnya dan tidak meimbulkan gejolak, 10 % dikuasai oleh para pengisi relung pasar (market nichers), yaitu perusahaan-perusahaan yang menimbulkan/melayani segmen-segmen pasar kecil yang tidak terlayani oleh perusahaan yang lebih besar.

Strategi pemimpin pasar untuk bertahan sebagai nomor satu, yaitu:
1) Perusahaan tersebut harus mencari cara untuk memperbesar permintaan pasar keseluruhan.
2) Perusahaan tersebut harus melindungi pangsa pasarnya sekarang melalui tindakan defensif dan ofensif yang tepat.
3) Perusahaan tersebut harus berusaha meningkatkan pangsa pasarnya lebih jauh, walaupun ukuran pasarnya tetap sama.

– Memperluas Pasar Keseluruhan
Secara umum, pemimpin pasar harus mencari, sebagai berikut:
1) Pemakai Baru.
2) Penggunaan Baru, dan
3) Penggunaan yang Lebih Sering.

– Mempertahankan Pangsa Pasar
Apa yang dapat dilakukan pemimpin pasar untuk mempertahankan wilayahnya? Pemimpin menerapkan prinsip penyerangan militer : Komandan berinisiatif, menetukan kecepatan, dan memanfaatkan kelemahan musuh. Pertahanan terbaik adalah penyerangan yang baik.

– Strategi Bertahan
Perusahaan yang dominan dapat menggunakan enam strategi bertahan, yaitu:
1) Pertahanan Posisi.
2) Pertahanan Rusuk.
3) Pertahanan Mendahului.
4) Pertahanan Serangan Balik.
5) Pertahanan Bergerak.
6) Pertahanan Mundur.

– Memperluas Pangsa Pasar
Pemimpin pasar dapat meningkatkan labanya dengan cara meningkatkan pangsa pasar. Di banyak pasar, satu poin pangsa pasar bernilai puluhan juta dolar. Peningkatan satu poin pangsa di pasar kopi bernilai $ 48 juta dan di pasar minuman ringan bernilai $ 120 juta! Tidak mengherankan jika persaingan normal telah berubah menjadi perang pemasaran.
Dampak Strategi Pasar pada Laba (Profit Impact of Market Strategy-PIMS) menemukan bahwa profitabilitas perusahaan, yang diukur dengan tingkat pengembalian investasi (ROI) sebelum pajak, meningkat mengikuti pangsa pasar relatif di pasar yang dilayani, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

Hubungan antara Pangsa Pasar dan Kemampuan Menghasilkan Laba

Karena biaya untuk membeli pangsa pasar yang lebih besar itu mungkin jauh melebihi nilai pendapatannya, perusahaan harus mempertimbangkan tiga faktor sebelum mengejar peningkatan pangsa pasar:
1) Faktor pertama adalah kemungkinan timbulnya tindakan anti monopoli. Para pesaing yang iri cenderung berteriak: “monopoli” jika perusahaan dominan terus mengalami kenaikan pangsa pasar.
2) Faktor kedua adalah biaya ekonomi. Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa profitabilitas mungkin turun jika pangsa pasar naik terus melebihi tingkat tertentu. Dalam ilustrasi itu pangsa pasar optimal perusahaan adalah 50 persen. Biaya untuk meraih pangsa pasar yang lebih tinggi mungkin melebihi nilainya.

Konsep tentang Pangsa Pasar Optimal

3) Faktor ketiga adalah perusahaan mungkin melakukan strategi bauran pemasaran yang keliru dalam mengejar pangsa pasar pada umumnya mempunyai kinerja yang lebih baik / yang lebih tinggi.

Buzzell dan Wiersma menemukan bahwa perusahaan yang mampu menaikkan pangsa pasar pada umumnya mempunyai kinerja yang lebih baik dibanfingkan para pesaingnya di tiga bidang: kegiatan produk-baru, mutu produk relatif, dan pengeluaran pemasaran.

– Dua studi kasus : procter a gamble dan caterpillar
Procter dan gamble, kepemimpinan pasarnya didasarkan pada beberapa prinsip, sebagai berikut:
1 Pengetahuan tentang pelanggan.
2 Pandangan jangka panjang.
3 Inovasi produk.
4 Strategi mutu.
5 Strategi perluasan lini produk.
6 Strategi perluasan merek.
7 Strategi merek ganda.
8 Iklan yang gencar dan pelopor media.
9 Wiraniaga yang agresif.
10 Promosi penjualan yang efektif.
11 Ketangguhan bersaing.
12 Efisiensi manufaktur dan pemotongan biaya.
13 Sistem manajemen merek.

Caterpillar merupakan pimpinan yang dominan di industri alat berat. Beberapa kebijakan yang secara bersama-sama menghasilkan sukses caterpillar, yaitu sebagai berikut:
1) Kinerja yang lebih tinggi (premium performance).
2) Sistem dealer yang luas dan efisien.
3) Pelayanan yang unggul.
4) Strategi produk lengkap.
5) Pembiayaan yang baik.

Strategi Penantang Pasar
– Mendefisnisikan Tujuan dan Lawan Strategi
Penantang pasar harus memutuskan siapa yang harus diserang:
1) Menyerang pemimpin pasar.
2) Menyerang perusahaan seukuran yang tidak bekerja dengan baik dan yang kekurangan dana.
3) Menyerang perusahaan kecil lokal dan regional.

– Memilih strategi penyerangan umum
Adapun 5 strategi penyerangan yaitu, sebagai berikut:
1. Serangan Frontal
Dalam serangan frontal (frontal attack) murni, si penyerang menyamai produk, iklan, harga, dan saluran distribusi pesaing. Prinsip kekuatan menyatakan bahwa pihak yang memiliki kekuatan manusia (sumber daya) lebih besar akan memenangkan pertempuran.
2. Serangan Rusuk
Prinsip utama peperangan menyerang adalah pemusatan kekuatan untuk menyerang kelemahan. Titik-titik kelemahan musuh merupakan sasaran alamiah. Serangan rusuk (flank attack) dapat diarahkan ke dua dimensi strategis-geografis dan segmental.
3. Serangan Pengepungan
Manuver pengepungan (encirclement attack) adalah usaha untuk merebut bagian yang besar dari daerah musuh mlalui serangan “kilat”.
4. Serangan Menghindar
Strategi serangan yang paling tidak langsung adalah serangan menghindar (bypass attack). Maksudnya adalah menghidari musuh dan menyerang pasar yang lebih mudah untuk memperluas basis sumber daya. Loncatan teknologi adalah strategi menghindar yang diterapkan di industri teknologi tinggi.
5. Perang Gerilya
Perang Gerilya (guerrilla warefare) berarti melakukan serangan-serangan kecil dan berkala untuk mengganggu dan menurunkan semangat musuh serta akhirnya memperoleh tempat berpijak permanen.

– Memilih strategi penyerangan khusus
Penantang pasar harus bertindak melebihi lima strategi luas itu dan mengembangkan beberapa strategi penyerangan khusus:
1) Strategi diskon harga.
2) Strategi barang yang lebih murah.
3) Strategi barang yang bergengsi.
4) Strategi penganeka-ragaman.
5) Strategi inovasi produk.
6) Strategi perbaikan pelayanan.
7) Strategi inovasi distribusi.
8) Strategi penurunan biaya manufaktur.
9) Promosi periklanan intensif.

Strategi Pengikut Pasar
Pengikut pasar harus mengetahui cara mempertimbangkan pelanggan yang ada dan memenangkan pelanggan baru. Setiap pengikut berusaha menonjolkan keunggulan yang tersendiri ke pasar sasarannya-lokasi, pelayanan, pembiayaan. Dan karena pengikut sering merupakan sasaran serangan utama oleh penantang, ia harus mempertahankan biaya produksi yang rendah, dan mutu produk serta pelayanan yang tinggi. Ia juga harus mampu memasuki pasar baru begitu pasar itu terbuka. Pengikut harus menentukan arah pertumbuhan, tetapi yang tidak mengundang serangan balik.
Adapun empat strategi pengikut pasar yang luas dan yang berbeda, yaitu:
1) Pemalsu (counterfeiter).
2) Pengklon (cloner).
3) Peniru (imitator).
4) Pengadaptasi (adapter).

Strategi Pengisi Relung Pasar
Ide dasar pengisian relung adalah spesialisasi. Peran-peran spesialis berikut ini terbuka bagi para pencari relung:
1) Spesialis pemakai akhir.
2) Spesialis level vertikal.
3) Spesialis ukuran pelanggan.
4) Spesialis pelanggan tertentu.
5) Spesialis geografis.
6) Spesialis produk atau lini produk
7) Spesialis fitur produksi.
8) Spesialis kerja pesanan.
9) Spesialis mutu/harga.
10) Spesialis pelayanan, dan
11) Spesialis saluran.

MENYEIMBANGKAN ORIENTASI KE PELANGGAN DAN ORIENTASI KE PESAING
Perusahaan yang berfokus pada pesaing menetapkan arahnya sebagai berikut:
1) Situasi (keadaan)
2) Reaksi

Pencerahan Pemasaran
Mereka (Carpenter dan Nakamoto) mengidentifikasi 4 strategi yang memiliki potensi laba yang lebih baik dalam situasi itu.
1) Diferensiasi.
2) Penantang.
3) Celah Dasar.
4) Premium.

Bauran pemasaran yang menang adalah sebagai berikut:
1) Harga yang lebih tinggi dan mutu yang lebih tinggi.
2) Lini produk yang lebih sempit.
3) Segmen pemasaran yang lebih sempit.
4) Saluran distribusi yang sama.
5) Pelayanan yang superior, dan
6) Pengeluaran yang lebih rendah untuk tenaga penjual, periklanan dan promosi.

Perusahaan yang berfokus pada pelanggan dalam merumuskan strateginya lebih memusatkan perhatian pada pengembangan pelanggan. Perusahaan yang berfokus pada pelanggan berada pada posisi yang lebih menguntungkan untuk mengidentifikasikan peluang baru dan menetapkan tindakan yang menghasilkan laba jangka panjang.

1) Untuk mempersiapkan strategi pemasaran yang efektif, perusahaan harus mempelajari pesaing serta pelanggan aktual dan potensial. Perusahaan-perusahaan perlu mengidentifikasi strategi, tujuan, kekuatan. Kelemahan dan pola reaksi pesaing. Mereka juga perlu mengetahui cara merancang sistem intelijen persaingan yang efektif.
2) Pesaing-pesaing terdekat perusahaan adalah mereka yang berusaha memuaskan pelanggan dan kebutuhan yag sama serta mengajukan tawaran yang sama. Perusahaan juga harus memperhatikan pesaing latennya, yang menawarkan cara yang baru atau yang lain untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Perusahaan harus mengidentifikasi pesaingnya dengan menggunakan analisis berdasarkan industri.
3) Intelijen persaingan perlu dikumpulkan, diinterpretasikan,dan disebarluaskan secara terus menerus. Manajer harus dapat menerima informasi yang tepat waktu mengenai pesaing.
4) Manajer harus melakukan analisis nilai pelanggan untuk mengungkap kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri relatif terhadap para pesaing. Sasaran pesaing analisis itu adalah menentukan manfaat yang diinginkan para pelanggan dan bagaimana mereka mempersepsikan nilai tawaran para pesaing.
5) Pemimpin pasar memiliki pangsa pasar terbesar di pasar yang relevan. Penantang pasar menyerang pimpinan pasar dan pesaing lain secara agresif untuk memperbesar pangsa pasar.
6) Pengikut pasar adalah perusahaan peringkat dua (dibelakang pimpinan pasar) yang ingin mempertahankan pangsa pasarnya dan tidak ingin menimbulkan gejolak. Pengikut dapat berperan sebagai pemalsu, pengklon, peniru dan pengadaptasi.
7) Pengisi relung pasar adalah perusahaan yang melayani segmen pasar kecil yang tidak dilayanioleh perusahaan besar. Kunci untuk menjadi pengisi relung adalah Spesialisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: