CATATAN KULIAH LIDYA PUTRI

DASAR PEMASARAN ( Mengumpulkan informasi dan mencari peluang d lingkungan pemasaran )

Posted on: May 7, 2010

1.1. Sistem Informasi Pemasaran dan Riset

Pemasaran

Informasi pemasaran merupakan elemen kritis dalam pemasaran yang efektif. Hal ini disebabkan kecenderungan yang semakin meningkat dari  pemasaran  lokal  ke skala nasional dan bahkan ke  skala internasional.  Juga  disebabkan  oleh transisi dari kebutuhan pembeli  ke keinginan pembeli dan transisi dari persaingan  harga ke persaingan non harga. Memang semua perusahaan memiliki  sistem informasi  pemasaran  yang menghubungkan dunia luar  dengan  para eksekutif di dalam perusahaan, namun berbagai sistem itu  berbeda dalam hal kerumitan dan kompleksnya. Dalam banyak hal,  informasi sering tidak  tersedia, atau datang terlambat  atau  tidak  bisa dipercaya  kebenarannya. Dan semakin banyak saja perusahaan yang tidak berusaha menyempurnakan sistem informasi pemasarannya.

Sistem  informasi pemasaran yang direncanakan dengan matang akan terdiri dari beberapa elemen. Elemen pertama ialah sistem database internal yang menyediakan data terakhir mengenai penjua­lan, biaya, persediaan, arus kas dan hutang-piutang serta data dari bagian riset dan pengembangan. Selama ini, sudah  banyak  perusahaan  yang mengembangkan  sistem pelaporan intern  yang mapan dengan dukungan komputer,  sehingga informasi yang lebih cepat dan lebih terpadu bisa diperoleh. Perusahaan yang memanfaatkan data riset dan pengembangan dari internal adalah Procter & Gamble (P&G). Dari data riset internal dengan mengolaborasikan data eksternal dapat menghasilkan ide produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Elemen  kedua  adalah  sistem  intelijen  pemasaran yang menyiapkan  bagi  eksekutif pemasaran informasi  harian mengenai perkembangan dunia pemasaran ekstern. Dalam subsistem ini, tenaga penjual  yang  terlatih, petugas intelijen khusus, membeli  data dari  sumber-sumber profesional, dan  suatu pusat intelijen akan mampu meningkatkan daya intelijen pemasaran bagi keperluan anali­sis para eksekutif perusahaan. Unilever dan Procter & Gamble menggunakan intelijen pemasaran dengan baik.

Elemen ketiga  adalah  riset  pemasaran,  yang mencakup kegiatan menghimpun informasi yang  relevan bagi masalah pemasaran tertentu  yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Ada lima  langkah dalam proses riset pemasaran, yaitu menetapkan masalah dan tujuan riset; mengembangkan perencanaan riset; mengumpulkan  informasi, menganalisis informasi dan kemudian menyajikan penemuan.  Sebuah riset pemasaran dapat dikatakan baik apabila  melibatkan  metode ilmiah,  kreativitas, berbagai metodologi, penyusunan  model dan pengukuran nilai informasi dari segi biaya dan manfaatnya. Hasil dari riset pemasaran terhadap promosi yang paling disukai menurut AC Nielsen untuk konsumen Indonesia adalah harga diskon (76 %), hadiah langsung (18 %), produk bermerek (4 %), imbalan point (1 %) dan kupon undian    (1 %).

Elemen  keempat   adalah  sistem database eksternal  yang terdiri dari sejumlah besar informasi yang dapat digunakan dalam membuat keputusan pemasaran yang tersedia dalam bentuk database eksternal. Perusahaan membutuhkan database dari berbagai sumber eksternal, misalnya database pemerintah, database dari perusahaan lain yang menawarkan data pelanggan dan database lainnya. Perusahaan perbankan, pembiayaan, asuransi, hotel, lasing, ritel dengan keanggotaan dan properti dapat dipakai sebagai dasar untuk menyusun strategi loyalitas pelanggan. PT. Pembangunan Jaya Ancol sukses memasarkan Marina Coast dengan harga yang tinggi salah satunya menggunakan database yang lengkap dari para pemilik uang di negeri ini.

1.2. Lingkungan Pemasaran

Lingkungan  pemasaran  adalah  tempat di  mana  perusahaan harus memulai  usahanya  dalam mencari berbagai peluang  dan memonitor ancaman-ancamannya.  Lingkungan  pemasaran  terdiri dari   semua pelaku dan kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan  untuk melakukan  transaksi  secara efektif dengan pasar  sasaran.  Kita dapat menggolongkan menjadi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan.

Lingkungan  mikro  suatu perusahaan  terdiri  dari beberapa pelaku dalam lingkungan yang berhubungan dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar pada khususnya yaitu perusahaan itu sendiri, para pemasok, para perantara-pasar, para pelanggan, dan para pesaing, serta masyarakat umum.

Perusa­haan  itu  sendiri  terdiri dari beberapa  bagian yang memegang peranan. Semuanya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan yang dilakukan  manajemen pemasaran. Pemasok, melalui pengaruh  mereka terhadap biaya dan pengadaan bahan yang dibutuhkan juga mempunyai pengaruh   terhadap keputusan-keputusan  pemasaran.   Perusahaan mengubah bahan-bahan yang disediakan menjadi produk dan jasa yang bermanfaat dan mempergunakan para perantara pemasaran  (perantara biasa atau pedagang perantara, perusahaan  untuk  mendistribusi barang-barang  produk,  agen jasa pemasaran, para  perantara keuangan) guna membantu mereka menemukan pembeli  dan mengirimkan barang-barang  produk  itu.

Pasar sasaran  itu  sendiri  mungkin terdiri  dari pembeli, produsen, penjual kembali,  atau  lembaga pemerintah, dalam negeri atau luar negeri. Menurut majalah Marketing Edisi Khusus 2007, konsumen Indonesia mempunyai 10 karakter unik, yaitu berpikir jangka pendek, tidak terencana, suka berkumpul, gagap teknologi, berorientasi pada konteks, suka merek luar negeri, relegius, gengsi, kuat di subkultur dan kurang peduli lingkungan.

Dalam rangka menjalan­kan  tugas pemasarannya,  perusahaan  menghadapi  beberapa  tipe pesaing : macam-macam, dan memiliki kepentingan nyata atau  minat yang masih  terpendam, ayang mempengaruhi  kemampuan  perusahaan
untuk  mencapai  tujuannya : yaitu, keuangan,  media, pemerintah

umum  dan masyarakat di lingkungan perusahaan itu sendiri. Semua pelaku ini membentuk lingkungan mikro perusahaan.

Lingkungan makro perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama yang berpengaruh terhadap perusahaan : demografis, fisik, tekno­logis, politik/hukum,  dan  sosial/budaya.  Lingkungan demografis menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sekitar 220 juta,    80 % lebih beragama Islam, maka konsumen terbesar di Indonesia beragama Islam. Konsumen yang beragama Islam, pada umumnya sangat sensitif terhadap yang dilarang agama, misalnya makanan yang mengandung babi, maka akan mempunyai masalah di Indonesia. Kasus yang pernah terjadi pada produk Ajinomoto dan Dancow, meskipun akhirnya dapat diterima kembali oleh konsumen. Riset dari Frontier pada 2001, menyatakan bahwa 57,9 % konsumen selalu memperhatikan label halal. Perkembangan perbankan syariah juga cukup menjanjikan, yang pada 1992 baru ada satu bank, tetapi pada akhir 2005, telah mencapai 3 bank umum syariah, 19 unit usaha syariah dan 596 kantor perbankan syariah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) kelahiran bayi setiap tahun di Indonesia mencapai sekitar 4,3 juta. Pasar bayi cukup besar, tidak saja susu dan makanan, tetapi juga perawatan bayi, perlengkapan bayi, kesehatan bayi, kecerdasan bayi sampai asuransi pendidikan. Menurut majalah Marketing diperkirakan pasarnya mencapai Rp. 28 triliun.

Lingkungan ekonomik menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata dari 1999 – 2005 mencapai 4,13 %. Sedangkan pada  kwartal II 2006 mencapai 4,96 % dan pada kwartal I 2007 mencapai 5,98 %. pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pola tabungan dan utang, perubahan pola belanja pelang­gan. Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah terten­tu,  peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran,  dan peningkatan  campur tangan pemerintah dalam pengelolaan  sumber-sumber  daya alam.

Lingkungan teknologis menunjukkan peningkatan kecepatan perubahan teknologis, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian & pengembangan yang tinggi, perhatian yang lebih banyak tertuju pada penyempurnaan bagian kecil  produk daripada  penemuan  yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan  teknologis. Pelanggan seluler di Indonesia meningkat tajam, dari 1997 belum mencapai 1000 pelanggan, pada akhir 2007 diperkirakan 76 juta pelanggan dengan pertumbuhan rata-rata 20 % – 30 %. Menurut Depkoinfo pada 2010 diperkirakan 100 juta pelanggan seluler dan 80,2 juta pengguna internet. Pertumbuhan pengguna internet diperkirakan sekitar       30 %. Teknologi yang memberikan peluang di Indonesia adalah yang mudah digunakan. Nokia sukses, salah satunya karena kemudahan dalam penggunaan.

Lingkungan politik/hukum menunjukkan  pen­ingkatan  yang  berarti  dalam jumlah dan  macam peraturan  yang berkenaan perubahan teknologis, pengawasan yang lebih ketat  dari lembaga pemerintah, dan pertumbuhan kelompok-kelompok kepentingan dari masyarakat. Lingkungan sosial/budaya menunjukkan kecenderun­gan jangka panjang ke arah pemenuhan kepuasaan pribadi,  pemuasan langsung  hidup santai, hubungan lebih terbuka dan  tidak  resmi, dan orientasi yang lebih duniawi.

Interaksi antara lingkungan pemasaran dengan sistem pemasa­ran dan strategi perusahaan itu digambarkan dengan mempergunakan contoh  sebuah perusahaan gula-gula terkemuka yang menghasilkan gula-gula berbentuk batangan untuk pasar yang luas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: